PALU – Gubernur Sulawesi Tengah, Anwar Hafid, mengharapkan agar Bank Sulteng transparan dalam Pengelolaan Corporate Social Responsibility (CSR).
Hal itu disampaikan Anwar Hafid setelah menghadiri Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) dan Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPS-LB) PT Bank Sulteng tahun 2025 dan 2026 di Hotel Best Western pekan lalu.
Menurut Gubernur,
keterbukaan dan transparansi dalam penggunaan dana CSR harus diketahui oleh pemegang saham.
Ia mengungkapkan bahwa laporan Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) tahun 2025 mencatat pentingnya pelaporan yang jelas terkait dana CSR.
Untuk itu, ia berencana untuk membuat Peraturan Daerah (Perda) yang akan memastikan dana CSR digunakan secara transparan dan akuntabel.
“Dana CSR harus transparan dan pemegang saham harus tahu. Aturannya sementara proses, kami akan buat lewat Perda,” tegas Anwar Hafid.
Rapat itu dihadiri Gubernur Sulteng, sejumlah bupati dari kabupaten di Sulawesi Tengah dan Wakil Wali Kota Palu ini juga membahas kinerja Bank Sulteng dan kebijakan yang akan diterapkan di tahun 2026.
Inginkan Pemkot Turut Gunakan Bank Sulteng
Gubernur Anwar Hafid juga mendorong Pemerintah Kota Palu untuk menggunakan Bank Sulteng sebagai bank utama untuk menyimpan anggaran daerah.
Menurut Gubernur Anwar Hafid, keputusan ini sangat bergantung pada kebijakan masing-masing daerah, namun ia berharap agar Bank Sulteng bisa lebih banyak digunakan oleh pemerintah daerah, khususnya Kota Palu.
Gubernur Anwar Hafid berharap, langkah-langkah strategis tersebut akan meningkatkan kinerja Bank Sulteng dan memperkuat pengelolaan anggaran daerah di masa mendatang. ***
![]()











